Tips Atasi Kecemasan Pada Ibu Hamil Dengan Riwayat Keguguran

baby-1150109_1280

Kehamilan menimbulkan perubahan yang cukup drastis baik fisik maupun psikologis pada wanita hamil. Pada tahun 2010, angka kelahiran di Indonesia mencapai 5 juta jiwa pertahun. Namun sayangnya angka keguguran yang Indonesia  juga cukup besar yaitu sebanyak 3.5 juta jiwa pertahun.

Keguguran seringkali terjadi akibat ketidaknormalan rahim, ketidakseimbangan hormon dan beberapa bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Tetapi, keguguran bukanlah hal yang normal dan bisa dengan mudah diteirima oleh wanita.

Keguguran bisa menyebabkan kurangnya harapan terhadap wanita di masa depan untuk memiliki anak kembali. Adanya perasaan kehilangan dan beban sosial karena kematian bayi di dalam kandungan bisa berpengaruh negatif terhadap ibu.

Bagi wanita, keguguran adalah gangguan kehamilan yang paling ditakuti. Menurut Blackmore, wanita yang pernah keguguran akan memiliki tingkat kecemasan dan depresi tinggi selama kehamilan. Bahkan hal ini bisa berlanjut sampai 3 tahun lamanya.

Padahal, kecemasan sangat berpengaruh pada stres yang bisa menyebabkan keguguran itu sendiri. Bahkan beban psikologis ini bisa memberikan dampak pada bayi itu sendiri ketika lahir. Lantas, bagaimana atasi kecemasan ini? Terutama untuk wanita yang pernah mengalami kecemasan.

Tips Atasi Kecemasan

Coping adalah usaha yang dilakukan baik kognitif dan perilaku untuk mengatasi, meredakan dan mentolerir hal-hal internal dan eksternal yang bisa menimbulkan stres. Dalam mengatasi kecemasan pada ibu hamil sangat diperlukan upaya dalam mempertahankan emosi, self-image positif dan hubungan dengan orang lain yang memuaskan.

tips atasi kecemasanAda beberapa penyebab kecemasan. Kekhawatiran (worry), Emosionalitas (Emotionality) dan Gangguan dalam menyelesaikan tugas (task generated interference).

Kamu bisa menggunakan dua cara ini sebegai refrensi untuk meredahkan kecemasanmu saat hamil.

Problem Focus Coping. Berfokus pada masalah yang sedang dihadapi. Kamu mengatasi masalahmu dengan cara mempelajari cara dan solusi baru dengan pendekatan analisitis dalam penyelesaian masalah.

Emotion focused Coping. Berfokus pada emosi. Upaya yang bertujuan untuk mengurangi emosi.

  • Accepting Responsibility, menyadari dan mengakui peranmu dalam masalah yang sedang di hadapi sambil mencari upaya untuk memperbaiki keadaan.
  • Distancing, menjauhkan diri atau menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan masalah baru.
  • Self-control, upaya untuk mengatur masalah yang ada.
  • Positive Reappraisal, ciptakan makna positif dengan fokus terhadap perkembanganmu.

Gak Enakan Buat Kamu Boros

Selain menggunakan strategi ini, kamu juga perlu berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan. Dengan kamu menceritakan riwayat pengalamanmu, tenaga medis akan memberikan perhatian lebih. Jangan lupa juga, untuk orang-orang disekitarmu mendukung dengan memberikan hal-hal positif.

Sumber

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan