Tetris dan Penjelasan Psikologisnya

tetris

Game Tetris saat ini telah berusia 30 tahun. Sang Pencipta Alexey Pajitnov, mengatakan bahwa,  “Permainan yang sangat sederhana, tapi menarik bagi banyak pemain karena itu baik secara visual dan menantang intelektual. ”

“Saya pikir itulah yang membuat permainan begitu adiktif. Manusia memiliki keinginan yang melekat untuk menciptakan ketertiban dari kekacauan, dan memenuhi keinginan itu pada tingkat yang sangat mendasar, dan sangat mudah dimengerti serta cepat untuk dipelajari”.

Tetris Merupakan Puzzle

Tetris Merupakan Puzzle
Tetris Merupakan Puzzle

Sebelum penciptaanya, Pentominoes (sebuah game puzzle) sering digunakan sebagai cara untuk mendidik siswa pada matematika, terutama karena teka-teki ini dapat diselesaikan melalui penggunaan algoritma matematika. Pajitnov memutuskan membuat bentuk yang lebih kompleks  dari game Pentominoes yang saat ini kita sebut dengan Tetris.

Menurut psikolog, salah satu hal utama yang membuat testris digemari. permainan ini, pada intinya, sebuah sungai yang tak berujung. Pemain mengatur untuk menghapus blok dan kemudian menyusunnya kembali terus tanpa henti.

Adam Atler mengatakan dalam diskusinya mengenai fenomena tetris. “Kesulitan menyelesaikan tantangan jauh lebih menarik daripada mengetahui apakah kamu akan berhasil. Tetris membuatmu merasakan sensasi singkat garis kilat ketika kamu selesai menyusun bloknya dengan rapi. Baloknya menghilang dan hanya menyisakan kesalahanmu.

Hasil analisis di beberapa studi selama bertahun-tahun. Para ilmuwan menemukan bahwa Tetris memiliki kemampuan bawaan untuk menciptakan peningkatan efisiensi neurologis di bagian otak yang mengendalikan pemikiran kritis dan logika. Selain itu, bermain Tetris terus menerus dapat menmbuat aktivitas otak lebih efisien.

Menutu Dr Rex Jung. “Kami melakukan penelitian untuk melihat apakah praktek mental meingkatkan ketebalan kortikal, terdapat tanda abu-bau yang banyak. Hal ini menjelaskan Mengapa studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa praktek mental dalam permainan ini meningkatkan efisiensi otak.

Baca Juga Penybeb Kamu Insomnia

Menurut Profesor Jon Mei dan Jackie Andrade (serta mahasiswa Ph.D Jessica Skorka-Brown) di Plymouth University’s kognisi Institute, game ini dapat bertindak cepat, mengelola dan memperbaiki untuk mereka yang berjuang dengan alkhohol dan kecanduan Rokok. Bermain Tetris menurunkan hasrat dalam pemakaian obat-obatan, makan dari 70% menjadi 56%.

Efek yang Ditimbulkan

Efek yang Ditimbulkan
Efek yang Ditimbulkan

Faktor kunci lain adalah efek magnetik permainan yang membuat kamu terus menerus ingin memainkannya. Tetris adalah kumpulan tugas yang tak pernah terselesaikan, dengan setiap baris selesai justru membuka pintu masalah baru yang harus dipecahkan dan disusun kembali.

Seperti hidup kita. Sebuah aliran sungai tanpa ujung dan disetiap pinggirannya memiliki masalah yang harus kita pecahkan. Ketika kita berhasil menyelesaikan satu masalah, akan ada lagi masalah yang lain yang harus kita pecahkan. Jika kamu kecanduan game, Tetris mungkin salah satu game yang baik sebagai pilihanmu.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan