Perpisahan dan Cara Mengatasinya

break

Perpisahan bagi sebagian orang adalah hal yang paling menyakitkan di kehidupan mereka dan membuat stress berkepanjangan. On The Holmes dan Rahe Stress scale adalah alat psikologis yang bisa mengevaluasi stres dan risiko penyakit yang disebabkan stres-“perceraian” dan “perpisahan.

Banyak artikel yang akan memberitahu Kamu bahwa perpisahan menimbulkan risiko terkena berbagai penyakit. Aku tidak akan mengatakan hal yang sama. Mengetahui risiko hanya akan meningkatkan kecemasan.

Terlepas dari usia, tingkat kedewasaan ataupun kondisi ekonomi. Ketika mengalami perpsiahan jantungmu akan sakit. Jadi, apa yang bisa Kamu lakukan? Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi rasa sakit dari perpisahan.

Sebelum kita melanjutkan, izinkan aku mengatakan sangat [enting untuk kamu melakukan beberapa aktifitas seperti makan dengan benar. Istirahat yang cukup dan berolahraga yang cukup Tapi hal seperti ini bisa sulit untuk dilakukan ketika Kamu merasa hancur secara emosional.

Aku akan lebih fokus pada psikologismu terhadap perpisahan dan bagaimana mengatasi kesulitan yang terjadi selanjutnya.

Ambil semua dukungan yang Kamu bisa mendapatkan

Support jadi hal penting untukmu dalam menghadapi perpisahan
Support jadi hal penting untukmu dalam menghadapi perpisahan

Literatur khusus akan memberitahu Kamu bahwa dukungan sosial adalah salah satu dari tiga mekanisme penanggulangan utama yang memprediksi kemungkinan seseorang pasca-perpisahan memulihkan diri. Faktor lainnya adalah mengekspresikan emosi dan mencari keberadaan diri.

Teman, Keluarga, rekan kerja, kenalan. Kamu bisa memperoleh manfaat dari mengizinkan mereka semua tahu bahwa Kamu sedang mengalami masa yang sulit. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan dukungan sosial dalam menghadapi kesulitan (seperti berkabung, pelecehan seksual, kanker, atau bahkan perang) mengarah pada kesehatan mental dan fisik yang lebih baik.

Dan, peningkatan dukungan tersebut terbukti untuk mengurangi depresi dan pasca-traumatic stress. Hal yang penting untuk diingat tentang dukungan sosial. Bahwa dukungan sosial berwujud dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Kamu mungkin perlu empati dan dukungan emosional. Tetapi di samping itu, orang dapat menawarkan “dukungan informasi” seperti memberikan saran Kamu pada coping stressmu. “Dukungan nyata” dalam bentuk bantuan keuangan, dan “persahabatan sosial” seperti hanya berada disampingmu.

Sehingga Kamu memiliki seseorang untuk pergi ke bioskop, nongkrong atau menghabiskan waktu. Semua hal ini bisa membantu dalam mengatasi rasa sedihmu terhadap hancurnya hubunganmu. Mungkin ini terdengar intuitif bagi Kamu.

Tetapi dalam pengalaman ku, sangat penting untuk kamu ingat bahwa orang yang berbeda akanj menawarkan berbagai jenis dukungan. Karena ketika rasa sakit yang menyiksa dan tak seorang pun akan benar-benar memahami apa yang Kamu rasakan. Kamu mungkin merasa kecewa dan tertekan.

Sikap apa yang perlu terhadap perpisahan ini?

Sikap apa yang perlu terhadap perpisahan ini?
Sikap apa yang perlu terhadap perpisahan ini?

Daripada membiarkan perasaan ini berlarut dan membuatmu makin hancur. Cobalah untuk membuat kesimpulan yang terbaik dari apa yang kamu dapatkan dari orang disekitarmu.

Sebagai contoh, mungkin orang tua Kamu bukan manusia yang paling berempati di dunia ini. Mereka akan mengatakan bahwa yang kamu lakukan adalah salah. Hubungan yang rusak ini disebabkan oleh mu. Tapi kamu bisa melihat sisi baiknnya, mereka mencoba untuk mengatakan bahwa kamu harus belajar dari kesalahanmu sebelumnya.

Menerima pendapat dari orang sekitarmu akan membuatmu merasa tidak sendirian. Mereka akan mendukungmu dengan sepenuhnya. Sehingga kamu bisa fokus mencari solusi atas rasa sakitmu. Bukan fokus pada kenapa kamu mengalami perpisahan ini.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan