Penikmat Film Porno Terbagi Dalam 3 Kelompok

Neon light sex symbol on red brick wall

Seberapa sering Kamu menonton film porno? Dan apakah Kamu masih dalam batas wajar  atau Kamu sudah dalam tahap kecanduan?

Menonton film porno telah menjadi norma bagi banyak orang yang menggunakannya untuk membumbui hal-hal di kamar atau saat malam yang sepi. 

Dan tidak sedikit juga norma yang menganggap bahwa menonton film porno adalah hal yang dilarang,

seperti halnya dalam mayoritas adat dan budaya di Indonesia yang menganggap pornografi adalah hal yang melanggar norma yang berlaku. 

Menariknya, penelitian baru menunjukkan bahwa tidak semua pemirsa porno adalah sama dan, sebaliknya, dapat dibagi menjadi tiga kelompok.

Namun yang mengkhawatirkan adalah bahwa hanya satu dari kelompok itu yang dianggap sehat.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine mengungkapkan ada konsumen pornografi yang sekedar hiburan, kompulsif (dorongan hasrat), dan tertekan.

Pemirsa yang masuk dalam kategori hiburan menyumbang 75 persen dari semua peserta dalam penelitian ini, menonton rata-rata porno 24 menit seminggu.

Kelompok ini terutama terdiri dari wanita dan orang-orang dalam hubungan.

Itu diikuti oleh kelompok tertekan atau menjadikan pornografi sebagai pelampiasan masalah, yang menonton film porno untuk waktu paling sedikit – sekitar 17 menit per minggu.

Seperti namanya, kelompok yang tertekan mengaitkan tekanan emosional mereka dengan menonton materi yang dinilai X.

 

Lalu ada kelompok yang kompulsif.

Kelompok ini mungkin hanya 11,8 persen dari peserta, tetapi fakta yang mengejutkan adalah kelompok ini menghabiskan 110 menit per minggu untuk nonton film porno.

Para peneliti menemukan bahwa pria lebih mungkin masuk dalam kategori ini.

Para ahli dari Université Laval di Quebec yang melakukan penelitian itu mengatakan hanya mereka yang menjadi penonton hiburan adalah penonton film porno yang sehat. 

Akan tetapi, walaupun terbilang sehat mereka sangat mungkin untuk menjadi penonton dengan kategori kompulsif.

Untuk melakukan penelitian, para peneliti meminta 830 orang untuk melaporkan seberapa sering mereka menonton film porno,

kemudian mengukurnya terhadap seberapa kompulsif kebiasaan porno mereka dan tingkat kesedihan mereka saat menonton film porno.

Penonton dari kategori hiburan memiliki kepuasan seksual yang lebih tinggi dan keterpaksaan seksual yang lebih rendah dan disfungsi.

Pengguna kompulsif mengalami kepuasan dan disfungsi seksual yang lebih rendah dan rasa candu seksual yang lebih tinggi.

Mereka yang sangat tertekan tetapi menonton film porno kurang puas secara seksual dan melaporkan lebih sedikit aktivitas seksual dan lebih banyak disfungsi dan penghindaran seksual.

Para ahli menyimpulkan bahwa penelitian ini “mengonfirmasi keberadaan profil rekreasional dan kompulsif tetapi juga menunjukkan keberadaan subkelompok penting dari konsumen yang tidak terlalu aktif, namun sangat tertekan.”

Tetapi sementara mayoritas yang menonton film porno tampaknya dapat melakukannya dengan cara yang sehat, itu bisa menjadi masalah bagi sebagian orang.

Ini masih belum diklasifikasikan sebagai kecanduan sejati,

tetapi beberapa peneliti percaya bahwa seseorang dapat menjadi kecanduan menonton film porno seperti halnya kecanduan narkoba dan alkohol.

Yang lain berpendapat bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukungnya untuk menyatakan sebagai kecanduan.

So guys, apapun kategorinya., semoga kita bisa terhindar dari bahaya candu pornografi yaaa..

Norma di Negara kita sudah dengan jelas menyatakan bahwa pornografi adalah hal yang melanggar dan tidak bisa di terima.

Kemenkominfo sudah mengeluarkan aturan anti pornografi dengan memblokir banyak situs porno dari jaringan internet Indonesia.

Sekarang, waktunya kita mendukung pemerintah untuk menyuarakan norma yang baik demi kemajuan bangsa dan negara,.

Kalau bukan sekarang, mau sampai kapan?

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan