Manfaat Pisang bagi Kesehatan

suit-673697_1920

Pisang adalah salah satu buah yang paling populer di seluruh dunia. Mereka mengandung nutrisi penting yang dapat memiliki dampak perlindungan pada kesehatan. Makan pisang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan dapat mengurangi risiko kanker.

Manfaat kesehatan

pisang

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) FoodData Centra Database. Ada beberapa manfaat dari buah ini.

Tekanan darah

The American Heart Association (AHA) mendorong orang untuk menurunkan asupan garam, atau natrium, dan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung kalium. Kalium dapat membantu mengelola tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada sistem kardiovaskular.

Buah ini menyediakan hampir 9% dari kebutuhan kalium sehari-hari, sesuai dengan informasi gizi dari USDA.

Asma

Sebuah studi 2007 menyarankan bahwa makan pisang mungkin dapat membantu mencegah “bengek” pada anak dengan asma. Salah satu alasannya adalah bahwa pisah memiliki antioksidan dan kandungan kalium. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Kanker

Sebuah penelitian USDA telah menyarankan bahwa lectin, protein yang terjadi pada buah ini, dapat membantu mencegah sel leukemia tumbuh.

Lectin bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan membantu tubuh menghapus molekul yang dikenal sebagai radikal bebas. Jika terlalu banyak radikal bebas, kerusakan sel dapat terjadi dan  berpotensi menyebabkan kanker.

Pada 2004, para peneliti mencatat bahwa anak yang mengkonsumsi pisang, jus jeruk, atau keduanya memiliki risiko lebih rendah terkena leukemia.

Kesehatan jantung

Pisang mengandung serat, kalium, folat, dan antioksidan, seperti vitamin C. Semua ini mendukung kesehatan jantung.

Penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa orang yang mengikuti Diet tinggi serat memiliki risiko lebih rendah dari penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan diet rendah serat. Mereka yang mengkonsumsi lebih banyak serat juga memiliki tingkat yang lebih rendah terhadap kolestrol.

Diabetes

American Diabetes Association merekomendasikan makan pisang dan buah lainnya karena mengandung serat. Mereka mencatat bahwa makan serat dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Pisang melancarkan kesehatan pencernaan

Pisang mengandung air dan serat, yang keduanya mempromosikan keteraturan dan mendorong kesehatan pencernaan. Buah ini menyediakan sekitar 10% dari kebutuhan serat seseorang untuk sehari.

Buah ini juga merupakan bagian dari pendekatan yang dikenal sebagai Diet PBSR, yang beberapa dokter merekomendasikan untuk mengobati diare. BRAT singkatan pisang, beras, saus, dan roti panggang.

Diare dapat menyebabkan hilangnya air dan elektrolit, seperti kalium. Pisang dapat menggantikan nutrisi ini.

Makanan tinggi serat dapat memicu kembung, gas, dan perut kram pada orang dengan penyakit inflamasi usus (IBD), menurut sebuah studi 2012. Namun, buah ini dapat memperbaiki gejala ini.

The Crohn dan colitis sebuah  Yayasan dar Amerika merekomendasikan pisang sebagai makanan ringan dalam rencana diet mereka.

Pisang mempertahankan memori dan meningkatkan mood

Pisang mengandung triptofan, asam amino yang dapat membantu melestarikan memori, meningkatkan kemampuan seseorang untuk belajar dan mengingat sesuatu, dan mengatur suasana hati.

Kalium

Buah ini kaya akan mineral kalium. Kalium membantu mempertahankan tingkat cairan dalam tubuh dan mengatur pergerakan nutrisi dan produk limbah dalam dan keluar dari sel.

Potasium juga membantu otot untuk kontrak dan sel saraf untuk merespon. Potasium membuat jantung berdetak secara teratur dan dapat mengurangi efek natrium pada tekanan darah.

Kalium dapat mengurangi risiko batu ginjal yang terbentuk sebagai usia orang. Pada gilirannya, ginjal yang sehat memastikan bahwa jumlah yang tepat kalium tetap dalam tubuh.

Baca Juga 3 Hal Penting Tentang Milenial

Satu pisang berukuran sedang mengandung 422 miligram (mg) kalium.

Cara terbaik adalah untuk mencoba untuk mendapatkan kalium dari sumber makanan, seperti pisang. Jika tidak, suplemen kalium tersedia untuk membeli secara online.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan