kesejahteraan psikologis agar hidup lebih bahagia

kesejahteraan psikologis

Setiap individu sebenarnya punya sikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Bahkan kamu mampu membuat keputusan, mengatur tingkah laku, mengendalikan lingkungan yang sesuai kebutuhan. Kamu akan punya tujuan hidup yang lebih bermakna dan terus mengembangkan potensimu jika kamu memperhatikan psychologica well-being atau kesejahterana psikologis.

Well-being mencakup seberapa bahagia individu, seberapa engaged individu dengan hidupnya, sejauh mana individu memiliki hubungan yang positif dengan orang lain. Apakah individu memiliki makna hidup? dan sebanyak apakah pencapaian yang dapat membanggakan individu?

kesejahteraan psikologisSesuatu yang lebih dari sekedar bahagia ialah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri apa adanya. Kesehatan mental bukan ketika kamu merasa baik-baik saja.

Namun ketika kamu memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan terus bertumbuh secara personal.

Kesehatan mental sendiri dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak bahkan stres berat jangka panjang.

Sehingga jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara individu dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Menurut Ryff (1995) aspek- aspek dari kesejahteraan psikologis yaitu:

  1. Penerimaan diri (Self acceptance). Seseorang yang psychological well being‐ nya tinggi memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, mengakui dan menerima berbagai aspek positif dan negatif dalam dirinya, dan perasaan positif tentang kehidupan masa lalu.
  2. Hubungan positif dengan orang lain (Positive relations with others). Banyak teori yang menekankan pentingnya hubungan interpersonal yang hangat dan saling mempercayai dengan orang lain. Kemampuan untuk mencintai dipandang sebagai komponen utama kesehatan mental. Psychological well‐being seseorang itu tinggi jika mampu bersikap hangat dan percaya dalam berhubungan dengan orang lain, memiliki empati, afeksi, dan keintiman yang kuat, memahami pemberian dan penerimaan dalam suatu hubungan.
  3. Kemandirian (Autonomy) Merupakan kemampuan individu dalam mengambil keputusan sendiri dan mandiri, mampu melawan tekanan sosial untuk berpikir dan bersikap dengan cara yang benar, berperilaku sesuai dengan standar nilai individu itu sendiri, dan mengevaluasi diri sendiri dengan standar personal.
  4. Penguasaan lingkungan (Environmental mastery). Mampu dan berkompetensi mengatur lingkungan, menyusun kontrol yang kompleks terhadap aktivitas eksternal, menggunakan secara efektif kesempatan dalam lingkungan, mampu memilih dan menciptakan konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai individu itu sendiri.
  5. Tujuan hidup (Purpose in life). Kesehatan mental didefinisikan mencakup kepercayaan‐kepercayaan yang memberikan individu suatu perasaan bahwa hidup ini memiliki tujuan dan makna. Individu yang berfungsi secara positif memiliki tujuan, misi, dan arah yang membuatnya merasa hidup ini memiliki makna.
  6. Pengembangan pribadi (Personal growth). Merupakan perasaan mampu dalam melalui tahap‐tahap perkembangan, terbuka pada pengalaman baru, menyadari potensi yang ada dalam dirinya, melakukan perbaikan dalam hidupnya setiap waktu.

Baca Juga Ceritaku Tentang Prasangka

Dampak yang terjadi apabila kesejahteraan psikologis seseorang rendah ditinjau dari seluruh aspek yang ada. Menimbulkan perasaan tidak puas dengan diri sendiri dan kecewa dengan yang telah terjadi di kehidupan masa lalu. Karena tidak menghargai apa yang dimiliki akan muncul.

Dampak kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi, sulit mengingat pelajaran, dan sulit memahami bahan pelajaran. Dampak secara emosional seperti sulit memotivasi diri, cemas, sedih, marah, dan frustasi. Bahkan kesejahteraan psikologis bisa berdampak pada fisiologis kita seperti gangguan kesehatan, daya tahan tubuh menurun, pusing, badan lesu dan lemah, serta kesulitan tidur nyenyak.

kesejahteraan psikologisMengembangkan kesejahteraan psikologis, dibutuhkan perilaku prososial. Karena perilaku prososial dapat meningkatkan salah satu kesejahteraan, sehingga meningkatkan kualitas hidup seseorang. Perilaku prososial banyak melibatkan altruisme yaitu sebuah minat untuk menolong orang lain dan tidak memikirkan diri sendiri.

Menurut Park (2004) menciptakan program serta memberi lebih banyak kesempatan bagi anak muda dapat membuat mereka aktif secara sosial dan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis semua pemuda.

Author : Viniatry Utami, S.Psi.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan