Kenapa Keyakinan Negatif Membahayakanmu

Negatif

Setiap orang memiliki keinginan yang bagus dan berlimpah. Pertanyaannya, kenapa tidak semua orang berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan?. Jawabannya adalah keyakinan terhadap diri yang negatif.

Setiap orang pasti ingin mendapatkan kesempatan dalam hidup yang terbatas. Ingin hubungan lebih baik, tubuh lebih sehat, hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih cerdas, kemampuan yang lebih baik dan masih banyak lagi.

Kita memiliki banyak keinginan yang mulai yang ingin dicapai. Sayangnya hati kita sering kali meyakinkan kalau kamu tidak akan mampu mencapai keinginanmu. Kamu tidak cukup pintar, tidak cukup kuat, tidak cukup baik dalam hidup.

Pikiran inilah yang terus membautmu berjalan ditempat. Itulah kenapa banyak film yang menggambarkan monster terbesar dari seorang kesatria justru adalah dirinya sendiri. Karena “dirimu” adalah orang yang bersama mu setiap saat.

Dia meyakinimu bahwa dia tahu segalanya. Dia mengikuti kamu kemanapun. Sehingga kamu dengan mudah percaya ketika dia mengatakan kamu tidak mampu untuk menggapai keinginanmu. Akhirnya apa yang akan kamu rasakan?. Kamu tidak happy dalam menjalani hidup.

Penuh penyesalan, “coba dulu aku lakukan ini” atau “seandainya aku dulu begini mungkin hasilnya berbeda”. Penyesalan inilah akhirnya membuat mu stress, depresi dan merasakan perasaan negatif lainnya.

Padahal jika kamu ingin mencapai semua keinginanmu. Satu hal yang harus kamu lakukan adalah melihat potensimu, lihat kekuatanmu. Jangan fokus pada kelemahan. Fokus dengan kelemahan artinya kamu menghabiskan waktu untuk hal yang kamu tidak bisa atau sulit kamu lakukan.

Akan tetapi jika kamu fokus pada kelebihan. Banyak hal yang kamu bisa lakukan dan mengasah terus potensimu. Akhirnya potensi ini bisa berkembang menjadi potensi lain lagi dan baru lagi. Semakin banyaklah potesnimu karena kamu fokus pada apa yang kamu bisa bukan apa yang kamu tidak bisa.

Menurut Mayo Clinic, ada 4 jenis keyakinan negatif dalam diri.

negatif

Filtering

Kamu hanya memikirkan hal negatif yang terjadi dalam hidup bukan hal yang positif. Misalnya, kamu berpikir kamu sangat boros. Karena kamu menghabiskan uang 30 ribu dalam sehari, padahal biasanya kamu hanya menghabiskan 20ribu dalam sehari.

Tapi kamu melupakan bahwa penghasilanmu hari ini lebih besar berkali-kali lipat dari biasanya.

Personalisasi

Kamu menyalahkan diri sendiri terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu. Entah itu berhubungan atau tidak berhubungan sama sekali. Misal kegiatan les musikmu hari ini dibatalkan. Kamu mulai berpikir kamulah penyebabnya tanpa menanyakan atau berpikir faktor lain sebelumnya.

Bencana

Kamu mengharapkan hal terburuk terjadi dalam hidupmu. Hanya karena pagi ini ban motor mu kempes kamu merasa bahwa hari-harimu memang penuh kesialan dan selanjutnya akan lebih mengerikan.

Polarisasi

Kamu melihat segala sesuatu hanya baik dan buruk.  Misalnya jika anak mu melakukan kesalahan kamu hanya melihat dia buruk, tidak maksimal dan kamu memarahinya. Ketika kamu tersadar telah memrahinya, kamu mulai merasa menjadi orang tua yang mengerikan.

Coba lah untuk tidak menanamkan hal negatif pada diri sendiri. Mulai berpikir dua kali bahkan tiga kali lebih maju. Pikiran negatif ini yang sangat sering mengancurkan mu. Ingat, semua hal berasal dari mindset. Jika mindset yang kamu tanamkan dalam diri sudah jelek.

Baca Juga 3 Tanda Kamu Sudah Kelelahan Dalam Hidup

Semua hal yang kamu lakukan akan mengarah ke mindsetmu. Dan yang paling penting, jika kamu berpikir mendalam terus menerus. Semua keputusan yang kamu ambil adalah keputusan terbaik. Dan tidak akan ada lagi penyesalan dalam hidupmu. Karena itulah terbaik yang bisa kamu lakukan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan