Jika Air Laut Berubah Menjadi Air Mineral?

ocean-3605547_1920

Apa yang kamu lakukan untuk menghilangkan rasa dahaga? Ke dapur mengambil air dari dispenser ataupun air yang sudah dimasak sebelumnya. Bahkan saat ini kamu nggak perlu repot-repot jika ingin melepaskan dahaga. Kamu hanya perlu mengeluarkan sekitar 3000 rupiah dan kamu sudah mendapat 150 ml air mineral segar. Mari berimajinasi soal air laut.

Kamu pernah membayangkan jika kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal air mineral?. Bagaimana jika semua air di dunia ini bisa diminum? Air dari sumur dan luat rasanya sama, segar dan tanpa kandungan garam?.

Wow pasti menyenangkan sekali ya, kamu nggak perlu lagi membeli air mineral. Karena semuanya pasti gratis, karena pasokan air segar yang tersedia jauh lebih dari cukup.

Kenapa air laut asin?

Pertanyaan besar pertama kamu tanyakan pasti kenapa air laut sangat asin?. Sekitar 3.800.000.000 tahun yang lalu, permukaan bumi akhirnya didinginkan ke titik bahwa uap air berubah menjadi cair. Butuh waktu yang sangat lama untuk membuat air laut menjadi air mineral.

Setiap kali hujan, karbon dioksida dari udara larut ke dalam air yang jatuh. Hal inilah membuat hujan rasanya sedikit asam, dan ketika jatuh, hal ini juga yang menyebabkan batu terkikis. Dari sinilah, air hujan mengalir menuju sungai terdekat, mulai memisahkan sedikit garam dan mineral. Aliran ini mengalir dari Sungai ke laut.

Selain itu ventilasi hodrotermal dan gunung berapi bawah laut memberikan tambahan garam dan mineral setiap kali bereaksi. Proses ini terlus berulang selama 3800 juta tahun. Itulah kenapa garam bisa begitu banyak.

Saking begitu banyak garam di laut, kamu bisa melapisi semua lapisan tanah dengan garam secara merata. 97% dari semua air di bumi adalah Saline. Jadi seperti apa dunia jika tanpa garam? Apa yang terjadi jika air laut menjadi air segar semua?

Apa yang terjadi?

Semua air laut menjadi tawar, apakah terdengar seperti berkah?. Saat ini ilmuan memprediksi bahwa pada tahun 2025 sepertiga dunia kekurangan air tawar. Prediksi dalam 20 tahun, jika tetap seperti ini dunia akan kekurangan air.

Atas alasan ini aku ajak kalian membayangkan jika semua air laut menjadi tawar. Semua air laut air mineral dan tanpa garam.

Menghancurkan Kehidupan laut

air laut

Sebuah laut tanpa garam akan memusnahkan kehidupan laut dan secara dramatis mempengaruhi cuaca dan suhu kita, membuat kehidupan manusia di bumi sangat sulit.

Ada sekitar 228.450 spesies di laut, dan sebanyak 2.000.000 dalam proses untuk ditemukan. Tetapi jika lautan menjadi Desalinasi, kamu tidak akan bisa melihat 2juta yang akan ditemukan ini. Ikan air asin, dan makhluk laut lainnya berevolusi untuk dapat minum air asin dan tetap terhidrasi.Beberapa spesies, seperti salmon, telah beradaptasi untuk mentolerir air tawar dan air asin.

Bumi jadi Panas Membara

air laut

Tetapi untuk sebagian besar, semua spesies air asin belum bisa, hilangnya garam akan membuat mereka binasa. Termasuk juga alga bawah air yang berkontribusi separuh fotosintesis di bumi.

Fotosintesis memainkan peran penting dalam memasok oksigen di planet kita. Karena pohon dan tanaman mengkonversi karbon dioksida dari atmosfer ke udara yang kita hirup. Jadi tanpa alga, kita nggak hanya mendapat sedikit oksigen, tapi kelebihan karbon dioksida di atmosfer kita.

Hal ini membuat efek rumah kaca akan bertambah dan dunia akan jadi panas membara.

Anda pasti akan melihat panas ini intens dekat khatulistiwa, karena arus laut kita tidak akan beredar air hangat dan udara seperti yang mereka dulu.

Bumi tenggelam jika air laut berubah

Tanpa garam tidak akan ada proses pembekuan air. Tidak akan ada lagi arus panas dan arus dingin, sehingga semua es akan mencair dan permukaan air akan naik. Tanpa garam, seluruh proses rusak. Badai akan jauh lebih sering, dan jauh lebih mematikan! Tapi pada titik ini, cuaca kita dan iklim kita akan benar-benar berbeda dari sekarang.

Suhu Ekstrim

Kamu hanya akan bertahan sebentar akibat perubahan ini? Tidak lama sama sekali. Kamu akan membeku, terlalu panas, mati dalam bencana alam, atau mati kelaparan! Karena hanya akan ada 2 iklim, terlalu panas atau terlalu dingin.

Baca Juga Sejarah Chairul Anwar

Seluruh rantai makanan akan runtuh, sebagian besar spesies akan mati, termasuk manusia, karena tanaman mulai menghilang! Seberapa pentingkah garam?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan