Detective Random: Siapa Biang Masalah Sebenarnya?

poster-nkcthi-rp-15000_ratio-16x9

Wah…Detective Random melihat banyak perdebatan disini. Ada yang menuduh kakaknya yang tidak bisa mengajari adiknya dengan baik. Ada yang menuduh Aurora yang terlalu membesar-besarkan masalah. Ada yang menuduh awan yang tidak tahu diuntung dan terlalu manja.

Tapi hampir dari kamu semua menuduh Ayahnya sebagai biang masalah di keluarga ini. Ayahnya selalu menutupi masalah dikeluarganya dan menyimpan perasaan sendirian. Ayahnya overprotektif kepada anak-anaknya. Buruknya lagi ayahnya nggak memberikan penjelasan kepada anak-anaknya.

Karena hal ini kamu semua menuduh ayahnya. Seperti quote di film ini “Bagaimana tahu bahagia, kalau gak pernah merasakan sedih”. Untuk kamu yang menuduh sang ayah sebagai penyebab masalah pasti sangat setuju dengan quote ini.

Tapi Detective Random bukanlah seperti kalian semua. Insting detective mengatakan hal lain. Kalau dilihat ya setiap orang dikeluarga ini menyebabkan masalah. Tapi ada satu orang yang benar-benar akarnya. Orang inilah yang memberikan efek domino kepada yang lainnya.

Siapakah biang masalah dari keluarga ini?

Inilah Analisa Detective Random

detective randomTersangka utama adalah sang Ibu yaitu Ajeng. Kenapa bisa Ajeng? Ajeng kan diam saja dan cenderung pasif. Nggak, kalian salah besar, scene-scene dari Ajeng sangat penting. Kenapa Ajeng? Berikut ini penjelasannya.

Baby blues

Pertama, ada kemungkinan Ajeng mengalami baby blues. Apa itu? Baby blues adalah perasaan yang sangat sedih dihari-hari setelah bayi lahir. Baby blues adalah perasaan emosional yang dirasakan para ibu saat melahirkan.

Bisa jadi ini dikarenakan kembaran Awan yang meninggal. Kamu bisa melihat beberapa ciri-ciri baby blues yang dialami Ajeng.

  • Menangis terus menerus
  • Merasa lelah
  • Akhirnya sulit beristirahat
  • Dampaknya, enggan untuk mengurusi dan memperhatikan si bayi

Jika kamu sadar, beberapa scene menunjukan Ajeng yang lebih memilih menangis dibandingkan menenangkan Awan saat masih bayi. Bahkan ada scene Rendra harus menenangkan Awan di lantai. Padahal Rendra sedang menyiapkan makan malam untuk 2 anak lainnya. Sedangkan Ajeng hanya diam dan menangis di pinggir kasur.

Prelonged Grief Disorder

Baby blues saja tidak cukup kuat untuk menjadikan Ajeng tersangka utama masalah di NKCTHI. Ada kemungkinan juga Ajeng mengalami Prelonged Grief Disorder. Gangguan kesedihan yang berkepanjangan setelah ditinggal orang yang dicintai.

Kesedihan Ajeng berlarut-larut. Bahkan hingga 21 tahun, seperti yang kalian lihat bahwa Ajeng masih terus sedih jika melihat sisa peninggalan kaus kaki kelahiran kembaran Awan. Beberapa scene menunjukan kalau Ajeng selalu teringat masa-masa ketika ia dan keluarganya menyiapkan kelahiran anak kembarnya.

Kesedihan berlarut inilah yang membuat Ajeng menjadi pasif.

Itulah kenapa Ajeng tersangka utama di keluarga ini.

Jika Ajeng bisa lebih siap menghadapi kesedihan, Rendra tidak akan mengatakan “ini adalah kesedihan terakhir di keluarga kita”. Seperti yang kalian tahu kalau rendra sangat mencintai Ajeng dan berjanji untuk membahagiakan Ajeng.

Melihat Ajeng yang menangis terus-terusan inilah yang membuat Rendra menyimpan masalahnya sendiri. Jika Ajeng lebih siap menghadapi kematian anaknya, Rendra tidak akan memendam masalahnya sendiri. Dan perilaku Rendra tentu tidak akan overprotektif kepada anaknya.

Baca Juga Kokologi Cinderella

Yang Rendra lakukan ke anaknya meminimalisir resiko agar anaknya tidak terluka. Karena hal ini akan membuat Ajeng seperti dulu lagi.

Sehingga, bisa Detective Random Pastikan Biang Masalah di NKCTHI adalah AJENG.

detective randomDENGAN INI KASUS DITUTUP

Sampai jumpa di kasus selanjutnya.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan