Detective Random: Analisa Shoya Ishida

Silent-Voice-Shoya-Ishida

Shoya Ishida adalah karakter protagonis cowok dari film ini. Di awal film kalian akan diperlihatkan bahwa Ishida akan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan yang ternyata itu mimpinya dia. Kemudian ternyata mimpi itu ada hubungan di dunia nyatanya. Cukup menarik bagi Detective Random.

Ishida memang berencana bunuh diri ketika sudah mengumpulkan uang untuk ibunya. Karena dia merasa bertanggung jawab atas uang ibunya. Ketika SD ibunya harus mengganti semua kerugian yang dialami karena Ishida merusak alat bantu dengar.

Kenapa Shoya Ishida merasa bertanggung jawab atas ini? Kenapa Ishida merasa kalau orang lain bukanlah temannya? Kenapa Ishida merasa dia pantas untuk mati?

Inilah analisa Detective Random atas Shoya Ishida.

Detective Random

Ishida cinta pada pandangan pertama dengan Nishiyama

Detective RandomKalau kamu perhatiin dari menit ke 5 di film. Ishida sudah menunjukan kalau dia tertarik dengan Nishiyama. Detective akui pembuat film ini cukup cerdik menempatkan emosi cinta Ishida namun di tutupin dengan perilaku Ishida.

Mungkin kamu bisa tertipu oleh pembuat film. Tapi tidak untuk Detective Random, Perhatikan ekspresi malu dari Ishida. Wajah kemerahannya bukan menunjukan rasa malu karena terjadi pengalaman yang traumatis tapi karena dia baru menyukai seseorang.

Itulah kenapa di awal film ketika di scene kelas, pertama kali bertemu dengan Nishiyama. Ishida membayangkan kalau game yang ia mainkan justru meledak. Maksudnya adalah dunia yang membosankan dia mulai jadi berbeda sejak saat itu.

Disini Ishida melakukan DENIAL. Apa itu? Denial itu penyangkalah yang bertujuan untuk melindungi diri sendiri terhadap kenyataan yang dirasa akan tidak menyenangkan jika terjadi. Semua orang mengejek Nishiyama karena dia tidak bisa mendengar.

Nah jika Ishida mengakui kalau dia suka dengan Nishiyama saat itu, mungkin Ishida bisa juga ikut di bully. Padahal belum tentu dan pikiran ini hanya terjadi di otak Ishida.

Ishida membully Nishiyama agar di terima di kelompok.

Satu yang pasti adala konformitas. Di usia remaja merupakan proses pencarian jati diri yang di dapat dari peer group atau teman sebaya. Nah Ishida membully Nishiyama tujuannya agar bisa diterima di kelompoknya. Itulah kenapa Ishida shock ketika semua orang menghakimi dia ketika Nishiyama pindah sekolah.

Karena tujuannya bukan ingin membully sebenarnya, tapi ingin menghibur yang lain. Ishida ingin diteirma di kelompok namun dengan cara yang salah.

Baca Juga Jika Jendela Pesawat Hancur Saat Terbang

Kenapa Ishida memutuskan bunuh diri?

Detective RandomPuncah akhir dari Shoya Ishida adalah keinginan dia untuk bunuh diri. Detective Random akan ajak kalian berpikir sejenak. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang ingin bunuh diri. Beberapa diantaranya itu adalah Depresi, Masalah Sosial & Filosofi tentang kematian.

Depresi adalah penyakit mental ketika orang menyadari bahwa ia punya masalah namun tidak tahu cara agar keluar dari masalahnya. Inilah yang pertama kali dirasakan Ishida ketika semua orang berbalik membully dirinya. Ia merasa orang tidak ada yang ingin berteman dengannya bahkan dia merasa bahwa ia penyebab kesulitan ekonomi yang dialami orang tuanya.

Masalah sosial apa yang di alami Ishida? Yes, tepat sekali, kamu mulai pinter nih. Perlakuan teman-temannya yang berbalik menyakit Ishida faktor utama. Kalau kamu jeli, ada scene yang menjelaskan dengan gamblang perasaan Ishida. “Dasar kamu pengkhianat” yang diteriakan Ishida ke Kazuki Shimada.

Perasaan di khianati teman dekat dan masyarakat yang membully inilah gambaran masalah sosial Ishida.

Filosofi tentnag kematian Ishida adalah puncak dari gabungan semua masalah yang ia hadapi. Ishida  mulai berpikir bahwa ia bunuh diri bukan untuk mengakhiri hidupnya, tapi ingin melepaskan penderitaan yang ia rasakan. Itulah kenapa ia berpikir pantas untuk mati karena dia merasa dia telah berbuat banyak kesalahan sebelumnya.

Inilah analisa Detective Random tentang Shoya Ishida. Coba tulis di kolom komentar analisa yang kalian dapatkan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan