Detective Random: Analisa Aurora Anak Kedua

EKmLXYOUwAE3NAS

Anak kedua dari Narendra dan Ajeng adalah Aurora. Gadis berbakat di dunia seni ini dulu adalah perenang yang handal. Namun ia tidak bisa melanjutkan berenangnya ketika kakinya keram saat pertandingan yang ternyata berdampak buruk pada kakinya sampai saat ini. Detective Random cukup sedih nih.

Di dalam film karakter Aurora di gambarkan sebagai anak yang dingin, yang tidak terlalu banyak tuntutan namun juga tidak terlalu bersemangat ketika bersama keluarganya. Beberapa scene menunjukan Aurora lebih suka berada di studio seninya dibandingkan ikut keluar bersama keluarganya.

Singkat cerita Aurora mengajukan beasiswa di salah satu kampus seni di luar negeri. Namun upaya pertamanya gagal dan dia mengalami kekecewaan. Tidak hanya itu, ketika pameran yang selalu ia impikan pun harus berakhir tidak baik karena ayahnya dan Awan bertengkar di galeri yang membuat ia malu dengan pengungjung lain.

Selain itu, semasa kecil Aurora juga merasa tidak terlalu diperhatikan. Menurutnya ayahnya lebih fokus perhatian kepada Awan dibandingkan dia. Lantas apa yang terjadi dengan Aurora?

Inilah analisa Detective Random tentang Aurora.

detective random

Kurang Perhatian

Bukan tanpa alasan Aurora cenderung pasif dengan keluarganya saat dewaa. Banyak scene yang menggambarkan sejak kecil sampai dewasa ia  kurang diperhatikan dibandingkan Awan. Misalnya ketika ia mengatakan bahwa ia memecahkan rekor renannya. Alih-alih memuji ayahnya justru mengatakan lebih bagus kalau ia mengajari Awan agar bisa lomba bersama-sama.

Karena hal inilah yang membuat Aurora merasa di duakan. Perhatian ayahnya lebih cenderung ke adiknya di bandingkan dia. Terlihat jelas sekali ketika ia keram di perlombaan. Wajahnya tampak takut, bukan karena takut kalah tapi takut kehilangan ayahnya. Takut kalau ayahnya tidak ada disampingnya. Itulah kenapa ia langsung tenang ketika ayahnya menghampirinya di pinggir kolam.

Second Child Syndrome

detective randomMasalah utama Aurora ketika besar adalah Second Child Syndrome. Buntut dari perlakuan ayahnya yang dia rasa tidak adil membuat ia mengalami ini. Kenapa bisa terjadi? Perilaku yang ditunjukan Aurora adalah ciri-ciri dari sindromn ini.

Merasa tidak diperhatikan, tak dipedulikan, tak diinginkan, merasa ingin keluar rumah. Perasaan ini adalah ciri-ciri dari sindrom anak kedua ini. Perasaan tidak ada rasa kasih sayang dari keluarga inilah akhirnya membuat perilaku Aurora ketika dewasa.

Tak ada lagi keinginan untuk diperhatikan, dipedulikan, diutamakan sudah tidak ada lagi. Inilah dampak dari Second Child Syndrome ke Aurora. Seperti teori dari Alfred Adler seorang psikolog individual.

Baca Juga Kokologi Pertanda

Nah apakah dengan bukti ini kamu bisa menyimpulkan bahwa biang masalah dari keluarga ini adalah Aurora? Jika kamu belum bisa memastikan, Detective Random akan berikan clue selanjutnya tentang Awan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan