Denjaka, Siluman Elite Milik TNI AL

Denjaka

Detasemen Jala Mangkara atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Denjaka adalah pasukan khusus yang bertugas untuk penanggulangan teror di aspek laut. Pasukan ini berasal dari TNI AL, tepatnya denjaka merupakan pasukan gabungan dari personel Kopaska, Taifib, dan Korps Marinir TNI AL.

Para anggota Denjaka ini dididik di Bumi Marinir Cilandak. Lama pendidikan yang harus dijalankan oleh anggota Denjaka bisa sampai 6 sampai 9 bulan, mereka diwajibkan untuk menyelesaikan pendidikan yang disebut dengan PTAL.

Pada tanggal 4 November 1982, dibentuknya organisasi tugas bernama Pasukan Khusus AL oleh KSAL. Pasuska ini dibentuk karena adanya kebutuhan akan pasukan khusus TNI AL untuk menanggulangi segala bentuk ancaman laut.

Melihat perkembangan satuan khusus yang satu ini, akhirnya KSAL mengirim surat kepada Panglima TNI untuk membentuk Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka. Pada akhirnya Panglima TNI menyetujui dan Denjaka resmi dibentuk pada tanggal 13 November 1984.

Seleksi Ketat Pasukan Denjaka

Denjaka
Sumber Gambar: Instagram @prajurit.idola

Anggota dari pasukan elit yang satu ini adalah prajurit pilihan dari 3 satuan TNI AL.  yaitu Kopaska, Taifib, dan Korps Marinir TNI AL. pasukan ini terkenal akan kemampuannya baik di darat, laut, maupun udara. Itulah mengapa pasukan ini juga memiliki julukan Siluman Laut atau Hantu Laut.

Untuk bisa masuk ke pasukan khusus ini dibutuhkan 6 sampai 9 bulan pendidikan yang disebut dengan PTAL. Para calon prajurit akan dilatih di berbagai kemampuan tempur, khususnya penyusupan di berbagai medan, baik laut, sungai, maupun utara.

Baca Juga: Melihat Samudera Selatan, Samudera Kelima yang Baru Ditemukan

Tentunya mereka yang berhasil lolos akan memiliki daya tahan tubuh yang melebihi manusia biasa. Bahkan kemampuan satu personil pasukan ini setara dengan 120 pasukan TNI biasa. Salah satu latihan pasukan ini yang terkenal adalah berlatih menyelamatkan diri di laut lepas dengan tangan dan kaki yang terikat. Namun, sebelum langsung dilepas ke laut lepas, mereka akan dilatih terlebih dahulu di kolam renang, dan mereka harus menyelamatkan diri dalam hitungan menit.

Ketika di hutan mereka juga akan dilatih dengan keras. Mereka akan dipaksa untuk bertahan hidup di tengah hutan tanpa dibekali makanan apapun. Jadi mereka harus mencarinya sendiri dan mencari cara untuk bertahan hidup disana.

Untuk latihan di udara mereka akan dilatih untuk terjun bebas pada malam hari tanpa diketahui musuh dan harus mendarat di lokasi yang telah disediakan. Itulah sebabnya para prajurit ini harus dibekali dengan intelegensi yang mumpuni agar dapat mengatasi masalah dengan cepat.

 

 

 

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan