Cara gampang atasi kesehatan mental di Indonesia

Kesehatan mental

Komponen esensial dalam membentuk relasi sosial, menjaga produktifitas, keseimbangan hidup dan lingkungan merupakan kesehatan mental. Setiap individu akan terus berkembang dan berkontribusi di masyarakat jika sehat secara mental. Berita baiknya di Indonesia isu ini telah menjadi tren yang semakin meningkat setiap harinya.

The one and only penyebabnya adalah kemudahan akses internet. Orang tua sampai anak muda ikut andil sebagai agent of change dengan mengkampanyekan isu kesehatan mental di sosial media. Bahkan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan di sosial media lewat komunitas dan kampanye yang ada.

Skizofrenia, bipolar, kecemasan bahkan depresi merupakan istilah yang sudah akrab ditelinga masyarakat. Terutama kondisi pandemi saat ini, dimana banyaknya Pendidikan yang di lakukan secara online dan gratis bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental.

Sayangnya, banyak masyarakat yang masih awam dengan pengelolaan stres maupun berbagai jenis gangguan jiwa dan cara penanganannya. Kesehatan mental di Indonesia masih terganjal masalah stigma. Stigma ini muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kondisi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Banyak ODGJ dinilai gila, tidak bisa sembuh, atau kurang pengetahuan agama. Sehingga banyak orang yang akhirnya mencoba ke pengobatan alternatif alih-alih pengobatan secara professional dari tenaga ahli berkompeten.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, penderita gangguan jiwa di Indonesia tercatat mengalami peningkatan. Peningkatan ini terungkap dari kenaikan prevalensi rumah tangga yang memiliki orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Indonesia dengan indikator keluarga sehat secara nasional untuk penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan sebesar 17,08%.

Baca Juga Topenng Tersembunyi Masyarakat Indonesia

Hal ini diperparah dengan adanya stigma terhadap ODGJ di kalangan masyarakat yang cukup tinggi. Kuatnya pengaruh stigma ini kerap menyebabkan masyarakat enggan mengakses layanan kesehatan mental.

Atasi kesehatan mental dengan Literasi

literasi kunci untuk keseatan mental

Berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan mental di masyarakat. Salah satu faktor yang signifikan adalah rendahnya literasi.

Literasi kesehatan mental adalah pengetahuan dan keyakinan mengenai gangguan-gangguan mental yang membantu rekognisi, manajemen, dan prevensi. Pengetahuan akan pentingnya mental akan berdampak pada peningkatan pengetahuan umum diantaranya:

  1. Pengetahuan tentang bagaimana mencegah gangguan mental;
  2. Pengetahuan tentang kondisi gangguan mental dasar;
  3. Pengetahuan tentang opsi pencarian pertolongan dan perawatan yang tersedia;
  4. Pengetahuan tentang strategi pertolongan mandiri yang efektif untuk masalah yang lebih ringan; dan
  5. Keterampilan pertolongan pertama untuk mendukung orang lain yang mengalami gangguan mental atau berada dalam krisis kesehatan mental (Kutcher, Wei, & Coniglio, 2016).

Beberapa penelitian pun menunjukan bahwa literasi kesehatan mental penting untuk masyarakat agar mereka bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. Literasi Kesehatan jiwa dapat mempengaruhi seseorang dalam mencari pertolongan formal dan bersifat mediasi terhadap tiga faktor sosial demografis (pendidikan, literasi umum, dan status kesehatan), dan pemanfaatan pelayanannya.

Jika masyarakat terus dilatih kepekaan dan ditingkatkan ilmu pengetahuannya. Isu kesehatan mental akan semakin terbiasa didengar oleh masyarakat dan dapat menjadi bagian pembicaraan sehari-hari.

Hal ini akan membantu masyarakat dalam mengakses bantuan yang dibutuhkan sehingga keterampilannya dalam mencari bantuan (help-seeking behavior) akan meningkat. Tidak hanya itu, individu akan lebih mudah dan tanggap dalam mengenali tanda-tanda stres yang berdampak buruk pada dirinya dan mempercepat akses pertolongan sesuai gejala yang dialami.

Dengan meningkatnya literasi, stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan/masalah mental akan berkurang sehingga kesejahteraan masyarakat secara psikologis dapat tercapai.

Author : Viniatry Utami, S.Psi.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan