Bully dan Alasan Kamu Melakukannya

2

Dalam sebuah studi Ditch The label baru-baru ini, Sebanyak 8.850 diajak berbicara tentang perilaku bully. Responden diminta untuk mendefinisikan bullying dan kemudian bertanya apakah, berdasarkan definisi mereka sendiri, mereka pernah diganggu siapa pun.

14% dari keseluruhan sampel, sebanyak 1.239 orang, mengatakan “ya”. Apa yang Ditch The Label lakukan, adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya; mereka bertanya kepada responden pertanyaan mendalam tentang kehidupan mereka, mengeksplorasi sesuatu seperti stres dan trauma, kehidupan rumah, hubungan dan bagaimana perasaan mereka tentang diri mereka sendiri.

Bahkan, mereka menanyakan kepada semua 8.850 responden pertanyaan yang sama dan kemudian membandingkan jawaban dari responden yang tidak pernah diganggu, responden yang telah diganggu setidaknya sekali dan mereka yang membully orang lain setiap hari.

Hal ini kemudian memberi Ditch data yang sangat kuat dan faktual untuk mengidentifikasi alasan nyata mengapa orang memully orang lain. Hal ini juga membuktikan secara ilmiah bahwa alasan orang tidak pernah dibully. Bertentangan dengan pendapat yang sudah ada, yaitu orang yang dibully berbeda dari lingkungannya. Jadi, mengapa orang membully?

Stress & Trauma

Stress & Trauma
Stress & Trauma

Data dari Ditch The Label menunjukkan bahwa mereka yang membully lebih sering mengalami stres atau situasi traumatis dalam 5 tahun terakhir. Contohnya termasuk orang tua/wali mereka yang berpisah, kematian seorang saudaranya. Hal ini berhubungan karena kita semua merespon stres dengan cara yang sangat berbeda.

Beberapa dari kita menggunakan perilaku positif, seperti meditasi, latihan dan berbicara terapi-dirancang untuk meringankan stres. Orang lain menggunakan perilaku negatif seperti bullying, kekerasan dan penyalahgunaan alkohol, tetapi biasanya membuat mereka jauh lebih buruk dalam jangka panjang.

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang hanya tidak tahu bagaimana merespon secara positif terhadap stres dan tanpa sadar melakuakan bullying ke orang lain sebagai mekanisme pertahanan diri.

Perilaku Agresif Membuatmu Bully Orang Lain

Perilaku Agresif Membuatmu Bully Orang Lain
Perilaku Agresif Membuatmu Bully Orang Lain

66% responden mengaku pernah membully adalah laki-laki. Coba kamu berpikir sejenak tentang bagaimana laki-laki dibesarkan dalam budaya kita dan bandingkan dengan cara perempuan dibesarkan. Saat laki-laki mulai menunjukkan kesedihan mereka. Biasanya mereka diperintahkan berhenti berperilaku seperti perempuan.

Sementara perempuan, mereka diajak berbicara tentang masalah yang mempengaruhi mereka. Bagi laki-laki, hal ini membuat mereka putus asa dan sehingga mereka meresponnya dengan perilaku agresif, seperti bullying, sebagai cara untuk mengatasi masalah yang mempengaruhi mereka.

Inilah sebabnya kenapa laki-laki lebih mungkin daripada perempuan menyerang secara fisik atau melakukan kejahatan. Perilaku agresif bukanlah bawaan lahir, perilaku ini dipelajari yang secara aktif diajarkan oleh lingkungan sekitar berdasarkan gender dan peran di masyarakat.

Harga Diri Rendah

Harga Diri Rendah
Harga Diri Rendah

Untuk menutupi rasa rendah diri, beberapa orang yang membully hanya ingin diperhatian oleh orang lain. Mereka mencoba untuk menghindari pemikiran negatif orang lain dengan cara membully orang lain. Ada begitu banyak tekanan dalam hidup yang salah, mulai dari standar kecantikan, kepintaran dan norma yang salah dalam masyarakat.

Banyak ajaran yang salah di perilaku masyarakat kita. Contohnya kamu diajarkan untuk membandingkan diri kamu dengan orang lain, bukannya mencari tahu kelebihan kamu sendiri tapi malah membandingkan dengan orang lain.

Pernah di Bully Sebelumnya

Pernah di Bully Sebelumnya
Pernah di Bully Sebelumnya

Penelitian Ditch The Label menunjukkan bahwa mereka yang telah mengalami bullying dua kali lebih mungkin melakukan bullying ke orang lain. Mungkin mereka di tindas di masa lalu, atau mungkin mereka sedang di bully saat ini.

Keadaan ini sering digunakan sebagai mekanisme pertahanan dan orang cenderung percaya bahwa dengan membully orang lain, mereka tidak akan dibully orang lain. Hal ini justru membuat lingkaran setan yang tak ada habisnya.

Baca Juga kenapa orang menyukai game tetris

Keluarga yang Kurang Harmonis

Keluarga yang Kurang Harmonis
Keluarga yang Kurang Harmonis

1 dari 3 responden yang membully orang setiap hari mengatakan bahwa mereka merasaorang tua mereka tidak meluangkan waktu lebih ke mereka. Seperti sibuk bekerja atau dititpkan kepada pengasuh. Hal ini menimbulkan perasaan ditolak dari orang yang mereka sayangi. Sebagian dari mereka juga memiliki orang tua yang mendidik dengan cara melakukan kekerasan.

Pendidikan Rendah

Pendidikan Rendah
Pendidikan Rendah

Tanpa akses ke pendidikan, percakapan berbasis kebencian ditujukan pada orang lain mungkin menjadi norma. Mereka mungkin tidak mengerti apa yang membenci pidato adalah dan mengapa berbicara tentang orang dengan cara menghina tidak tepat.

Itulah beberapa alasan kenapa orang melakukan tindkan bullying. Sebagian dari kamu mungkin melakukan hal itu. Tetapi yang harus kamu tanyakan pada dirimu sendiri. Kenapa kamu melakukan bullying? Apa yang membuatmu puas melakukan bullying. Dan bagi kamu yang justru menjadi korban bullying. Mulai tanyakan pada dirimu sendiri, kenapa ini bisa terjadi?

Ingat segala hal yang terjadi pada dirikita, tidak satupun tanpa persetujuan dari kita.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan