Benarkah Film Porno Mempengaruhi Kesehatan?

fitness-332278_1920

Beberapa hal bisa sangat Universal di dunia ini. Tapi sementara orang di seluruh dunia memiliki cara berbicara dan bahasa yang berbeda, makan makanan yang berbeda dan bahkan merasa emosi yang berbeda, jutaan orang di seluruh dunia memiliki beberapa aktifitas yang sama. Yaitu menonton film porno.

Meskipun film porno begitu banyak orang yang mengkonsumsinnya. Film porno difitnah sebagai sumber penyakit masyarakat. Bahkan telah diberi label bahaya kesehatan masyarakat oleh para professional di beberapa negara.

Porno telah berubah selama beberapa dekade terakhir, karena ketersediaan internet dan koneksi Web yang lebih cepat. Hal ini juga menjadi lebih mendalam daripada sebelumnya. Ambil contoh virtual reality. Awal tahun ini, para peneliti dari Newcastle University di Inggris menunjukkan bahwa VR mengubah pengalaman porno dari pengamatan terpisah menjadi hal yang protagonis.

Virtual Reality (VR) & Film Porno

film porno

Virtual Reality adalah teknologi yang membuat penggunanya dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment). Suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi kita.

Lingkungan dari Virtual Reality saat ini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tetapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.

Mereka memperingatkan bahwa hal ini (VR) memiliki potensi untuk mengaburkan garis antara realitas dan fantasi. VR mungkin bisa merusak hubungan dan mendorong perilaku berbahaya di masyarakat. Tapi apa bukti sebenarnya ? Adakah hal yang mengatakan tentang bagaimana porno mungkin atau tidak mungkin  mempengaruhi orang?.

Dapatkah penelitian memberikan jawaban?. Jawaban Yang benar adalah bahwa in (VR)  adalah pertanyaan yang sulit bagi para ilmuwan untuk belajar. Sifat film porno mendikte bahwa peneliti harus melakukan dengan baik dalam mengamati opartisipan dan self-report  mereka akan kebiasaan menonton film porno.

Baca Juga Musik dan Rasa Kecemasan

Option kedua mereka melakukan pengaturan di laboratorium untuk mengamati partisipannya dan hal ini tidak wajar. (Dan tidak diragukan lagi, akan sedikit canggung, juga). Beberapa peneliti mengatakan, ada literatur yang kuat tentang film porno ini.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan