3 Tanda kamu mungkin mulai lelah

Lelah

Kamu pasti sering mendengar atau justru pernah mengatakan “Aku lelah”. Tapi, pernah kah kamu memikirkan kenapa kamu mengatakan ini ?. Darimana perasaa ini muncul?. Apa saja yang kamu rasakan ketika merasa “lelah”?.

Menurut Healthline, kelelahan emosi adalah keadaan ketika kamu merasa emosi mu terkuras habis. Hal ini disebabkan oleh bertumpuknya stress baik dari pekerjaan mu atau kehidupan pribadimu. Parahnya, bisa jadi dikarenakan keduanya.

Kadang “lelah” ini juga di istilahkan “burn out”. Kamu merasa terlalu banyak mengeluarkan energi dan emosimu sehingga kamu kekurangan energi mu dan tidak bisa melanjutkan aktifitas lagi. Kalau kita renungkan, betapa cepatnya mobilitas dan cara kerja masyarakat kita. Mungkin perasaan ini bukan lah hal yang mengejutkan.

Di dunia pekerjaan mungkin kamu lelah dikarenakan pekerjaan yang terlalu menuntut atau lingkungan yang kurang baik. Sedangkan di kehidupan pribadi, lelah ini terjadi karena kamu kurang mengekspresikan emosimu.

Berikut ini tanda kamu mungkin sedang mengalami “kelelahan”;

Merasa “terjebak” dalam hidup atau situasi tertentu.

Ketika kamu “lelah”, kamu sulit melakukan perubahan aktifitas dan menjernihkan pikiranmu. Karena kamu merasa terjebak, motivasi semakin berkurang untuk mencari solusi baru dalam hidupmu. Akhirnya kamu hanya menerima segala sesuatu yang terjadi dalam hidupmu.

Karena hal inilah kamu mungkin akan sangat mudah marah, depresi bahkan bisa mengalami kelelahan fisik seperti nafsu makan berkurang dan sakit kepala. Lantas apa yang harus dilakukan jika kamu terjebak di fase ini?

Segera cari bantuan. Bisa keluarga, teman atau mungkin bantuan professional seperti dokter dan terapis. Ketika merasa “terjebak”, kamu sulit berpikir jernih. Bantuan yang kamu perlukan adalah orang-orang yang bisa mengembalikan pikiranmu seperti sedia kala.

Baca Juga Kenapa Memprediksi Masa Depan Selalu Salah

Kurangnya motivasi untuk bekerja, membuat, dan mengejar tujuan.

Terlalu banyak stress yang menimpa membuat dirimu hampa dan sulit mencari inovasi dalam hidup. Tak perduli sekuat apa kamu mencoba, kamu hanya merasa kegagalanb dan semua hal yang kamu lakukan tidak berjalan dengan baik.

Sikap inilah yang membuatmu makin sulit menghadapi masalahmu baik di pekerjaan ataupun kehidupan pribadi. Kamu jadi tidak menikmati proses bertumbuhmu dan melupakan mimpi yang telah kamu bangun.

Apa yang kamu bisa lakukan ketika motivasimu berkurang? Mulailah berpikir kembali tentang tujuan awalmu. Buat to-do-list tentang tujuan-tujuanmu. Dengan mengurutkan tujuanmu dari yang palinjg besar sampai yang paling kecil.

Kamu mempunyai kesempatan untuk melakukan hal yang kamu bisa terlebih dahulu. Kurangnya motivasi seringkali karena kamu sudah tidak tahan lagi dengan keadaanmu dan segera ingin menyelesaikan tujuan besarmu. Sementara keadaan tidak mendukungmu untuk menyelesaikan tujuan besaru telrebih dahulu.

Lelah Membuat marah yang tidak rasional

Lelah

Ketika kamu sedang merasakan “kelelahan” kamu akan mati-matian menjaga emosimu tetap tenang. Kamu tidak boleh terganggu karena pekerjaanmu mungkin akan berantakan. Ketika dalam keadaan lelah, kamu akan mudah sekali tersulut emosi.

Mungkin marahmu bukan bertujuan untuk menghancurkan orang lain. Kamu hanya mencoba menghilangkan beban yang ada di benakmu. Tapi ketika ini telah terjadi, kamu hanya menyesali “kenapa kamu marah untuk hal yang sepele?”.

Kamu bisa mengatasi kemarahanmu dengan mengatur nafas. Ketika kamu marah jantungmu berdetak lebih cepat sehingga menghasilkan adrenalin. Akan sulit bagimu untuk berpikir rasional dalam keadaan ini.

Sehingga ketika kamu merasakan keadaan ini, cobalah untuk memberikan jedah terlebih dahulu sebelum memutuskan. Menarik nafas kencang dan mengehembuskan nafas membantumu untuk meredahkan kemarahanmu.

Kelelahan emosional adalah yang akan sering terjadi dalam hidupmu. Itulah penting untuk mengetahui kenapa ini terjadi? Apa penyebabnya? Sehingga kamu akan lebih mudah mengatasinya dibandingkan kamu yang tidak mengetahui kenapa ini terjadi.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan