Anak 90an pasti tahu film kartun Winnie the Pooh. Film kartun ini bercerita tentang beruang yang suka sekali memakan madu dan memiliki banyak teman yang berbeda spesies dengannya. Winnie The Pooh karakter yang diciptakan oleh A.A. Milne.

Salah satu teman dari Pooh adalah Eeyore. Seekor keledai coklat yang tampak selalu murung terutama ketika kehilangan ekornya. Kali ini, Detective Random akan menganalisa apa yang terjadi dengan Eeyore. Kasus kali ini cukup sulit, karena Detective sangat menyukai Eeyore semasa kecil.

Nah apa yang terjadi dengan Eeyore? Mari kita analisa.

Eeyore mengalami DepresiGangguan Depresi Utama.

Eeyore adalah karakter yang menampilkan contoh yang relatif akurat dari gangguan depresi utama. Salah satu masalah utama dengan karakter Eeyore adalah keterlibatannya yang konsisten dengan teman-temannya.

Kurangnya minat dalam aktifitas umum ciri-ciri gangguan ini. Hal ini yang menyebabkan kebanyakan orang dengan depresi untuk tidak sering menghabiskan waktu dengan orang lain. Hal ini berbeda dengan Eeyore, yang tampaknya dikelilingi oleh teman-teman setiap saat.

Teman-temannya tampaknya agak sarkastik di dengan yang lain. Beberapa orang berpendapat bahwa Eeyore mungkin lebih condong mengalami Dysthymia. Tetapi karena Eeyore tampaknya menunjukkan gejala yang lebih parah dan lebih mirip dengan depresi mayor.

Eeyore Mengalami depresiCiri-ciri orang mengalami depresi mayor

Gejala utama dari depresi mayor adalah perasaan sedih, nelangsa atau putus asa yang terus menerus. Kamu bisa melihat dengan jelas perilaku dari Eeyore. Selain itu Eeyore juga terlihat seperti kehilangan minat dan gairah ketika melakukan hal yang di anggap menyenangkan.

Beberapa kasus, orang-orang dengan depresi mayor juga memiliki pemikiran bunuh diri.

Saran Pengobatan Eeyore yang mengalami depresi mayor

Meskipun ada berbagai perawatan, Detective akan merekomendasikan terapi perilaku kognitif, dan mungkin terapi elektrokonvulsif jika CBT tidak bekerja dengan baik. Karena keledai belum diuji dengan obat yang biasanya diberikan kepada orang yang menderita depresi, detective tidak akan menyarankan semua jenis trisiklik, MAO inhibitor, atau SSRI digunakan.

Mengenai terapi perilaku kognitif, penting untuk Eeyore pertama kali memahami hubungan antara peristiwa, emosi, dan kognisi. Ia harus terlebih dahulu menyadari bahwa jika ekornya jatuh ia tidak berbeda dengan individu lainnya.

Selain itu, ia juga harus menyadari bahwa kebutuhan untuk menjadi berharga dapat dibentuk sendiri dan ia tidak perlu bergantung pada orang lain untuk menemukan perasaan ini.

Jika Hujan TIdak Turun-turun

Kemudian, Eeyore perlu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memodifikasi perilaku negatif yang sering ia lakukan. Manajemen stres, keterampilan sosial, dan latihan diperlukan Eeyore untuk meningkatkan kesejahteraan subjektifnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here